Highlights
- Grayscale dan a16z mendesak SEC agar mengizinkan pendaftaran draf ETF secara rahasia serta komitmen tanggapan tetap dalam 45 hari.
- Charles Schwab menolak kerahasiaan penuh, mengusulkan agar pengajuan yang direview secara rahasia tetap dipublikasikan minimal 75 hari sebelum peluncuran.
- Jane Street memperingatkan bahwa mempercepat persetujuan berisiko menghasilkan pendaftaran yang terburu-buru dengan waktu terlalu singkat untuk masukan market maker, dan meminta minimal dua authorized participant saat peluncuran.
- a16z menekankan bahwa proses yang lebih cepat tidak boleh berarti review yang lebih longgar terhadap produknya.
Perselisihan terbuka pecah di antara sejumlah nama besar di industri exchange-traded fund (ETF) kripto soal seberapa cepat, dan seberapa transparan, Securities and Exchange Commission (SEC) AS seharusnya bergerak dalam menyetujui produk-produk tersebut. Seperti dilaporkan The Block, Grayscale, didukung firma modal ventura a16z dan Crypto Innovation Council, mendesak SEC mempercepat sebagian proses reviewnya. Di sisi lain, raksasa trading Jane Street dan perusahaan sekuritas Charles Schwab balik menolak, dengan kekhawatiran bahwa mempercepat proses justru berisiko menghasilkan peluncuran produk yang lebih lemah.
Inti permintaan Grayscale adalah proposal agar sponsor ETF bisa mengajukan draf pendaftaran secara rahasia ke SEC, bukan langsung ke publik sejak hari pertama. Grayscale berargumen bahwa jalur rahasia yang sifatnya opsional ini akan mengurangi insentif bagi sponsor pesaing untuk buru-buru mengajukan produk serupa begitu rencana rivalnya terbongkar ke publik, sebuah dinamika yang berulang kali terjadi di ranah ETF kripto, di mana banyak issuer terburu-buru mengajukan produk yang nyaris identik begitu satu sponsor membocorkan rencananya. Grayscale juga meminta staf SEC berkomitmen menanggapi pengajuan dalam 45 hari, mengubah apa yang selama ini kerap menjadi linimasa review tanpa batas menjadi sesuatu yang bisa direncanakan sponsor.
Schwab dan Jane Street Menolak
Keberatan Charles Schwab lebih sempit tapi tajam: perusahaan sekuritas ini sebenarnya tidak menolak kecepatan itu sendiri, melainkan menolak proses review yang sepenuhnya rahasia. Kompromi yang mereka ajukan tetap mengizinkan diskusi rahasia antara SEC dan sponsor, namun mewajibkan pengajuan itu dipublikasikan minimal 75 hari sebelum dana tersebut boleh diluncurkan. Dengan begitu, pelaku pasar termasuk perusahaan sekuritas seperti Schwab punya waktu menyiapkan infrastruktur trading, kustodian, dan layanan ke klien sebelum produk baru benar-benar meluncur.
Kekhawatiran Jane Street justru lebih menyoroti kualitas produk ketimbang transparansi proses. Firma market maker ini berargumen bahwa tekanan untuk cepat-cepat membawa ETF baru ke pasar bisa menghasilkan pendaftaran yang terburu-buru, dengan waktu terlalu singkat bagi sponsor untuk mengumpulkan masukan dari market maker yang nantinya menyediakan likuiditas begitu dana tersebut mulai diperdagangkan. Untuk mengatasi hal ini, Jane Street mengusulkan syarat struktural: setiap ETF kripto baru wajib meluncur dengan minimal dua authorized participant, yakni firma khusus yang bertugas membuat dan menebus unit ETF, alih-alih bergantung pada satu AP tunggal yang, jika absen atau bermasalah secara teknis, bisa membuat likuiditas dana itu tipis dan tidak andal sejak hari pertama.
Kenapa Perselisihan Ini Penting di Luar Siklus Pengajuan Ini
Perdebatan ini muncul di saat SEC sudah mendapat tekanan dari berbagai arah soal kebijakan kripto, termasuk pertarungan RUU CLARITY yang terus memanas di Kongres dan peringatan CFTC bahwa mereka akan menyusun aturan kripto sendiri jika RUU CLARITY mandek, ditambah tekanan publik dari Gedung Putih yang mendorong aturan kripto yang lebih cepat dan longgar. Posisi a16z berada di jalan tengah pertarungan ini: firma tersebut mendukung linimasa review yang lebih cepat bersama Grayscale, namun secara eksplisit mengingatkan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan ketelitian review terhadap apa yang sebenarnya disetujui, sebuah pembeda yang memisahkan mereka dari sponsor yang murni mengejar waktu peluncuran lebih cepat. Bagaimana akhirnya SEC menyeimbangkan berbagai permintaan yang saling bertentangan ini, yakni kecepatan dan kerahasiaan versus transparansi dan kesiapan market maker, kemungkinan akan membentuk template operasional untuk gelombang pengajuan ETF kripto berikutnya, seiring issuer terus menguji batas produk yang bisa lolos ke pasar.
Yang Perlu Dipantau Selanjutnya
SEC belum memberi linimasa untuk menyelesaikan pertanyaan soal kerahasiaan dan waktu tanggapan yang muncul dalam perselisihan ini, tapi rulemaking atau panduan resmi apa pun yang membahasnya kelak akan menjadi preseden bagi pengajuan-pengajuan berikutnya, jauh melampaui periode komentar publik saat ini. Sembari menunggu, perhatikan apakah aplikasi ETF kripto baru mulai secara sukarela mengadopsi standar dua authorized participant ala Jane Street, bahkan tanpa mandat resmi dari SEC. Sponsor terkadang mengadopsi preferensi market maker secara informal untuk menghindari masalah likuiditas yang bisa merusak riwayat trading awal sebuah dana.
FAQ
Apa yang diminta Grayscale kepada SEC?
Grayscale ingin SEC mengizinkan pendaftaran draf ETF secara rahasia dan berkomitmen menanggapi pengajuan dalam 45 hari.
Kenapa Charles Schwab menolak kerahasiaan penuh?
Schwab berargumen bahwa jika SEC melakukan diskusi rahasia dengan sponsor, pengajuan itu tetap harus dipublikasikan minimal 75 hari sebelum dana tersebut diluncurkan, agar pasar punya waktu bersiap.
Apa kekhawatiran utama Jane Street?
Jane Street memperingatkan bahwa mempercepat persetujuan ETF menyisakan terlalu sedikit waktu untuk masukan market maker, dan meminta setiap dana baru meluncur dengan minimal dua authorized participant.
Apakah a16z ingin pengawasan ETF kripto lebih longgar?
Tidak. a16z mendukung linimasa review yang lebih cepat, tapi menegaskan kecepatan tidak boleh berarti review produk yang lebih longgar.
