Intel bergerak menaikkan ukuran penawaran sahamnya dari $15 miliar menjadi sekitar $20 miliar, setelah transaksi ini menarik permintaan investor lebih dari $100 miliar, menurut sumber yang mengetahui langsung situasi tersebut. Saham Intel sempat turun sekitar 5% dalam perdagangan pramarket hari Senin ketika perusahaan chip ini pertama kali mengumumkan penjualan saham biasa terjamin senilai $15 miliar, sebelum permintaan yang kuat membuat underwriter menaikkan target tersebut pada hari perdagangan yang sama.

Pengumuman resmi Intel menyebutkan dana hasil penawaran ini akan digunakan untuk keperluan korporat umum, termasuk belanja modal dan modal kerja, seiring perusahaan berusaha mengimbangi lonjakan permintaan komputasi AI. Penawaran ini diperkirakan dipatok sekitar $95 per saham, sekitar diskon 6,5% dari penutupan hari Jumat, dan underwriter memiliki opsi 30 hari untuk membeli tambahan $2,25 miliar saham di luar kesepakatan yang sudah diperbesar tersebut.

a fire hydrant with graffiti all over it
Photo by Joshua Tsu on Unsplash

Perubahan arah setelah bertahun-tahun buyback

Kenaikan target ini menandai perubahan mencolok bagi perusahaan yang selama ini justru mengembalikan modal ke pemegang saham, bukan mencarinya dari mereka: Intel diperkirakan telah menghabiskan $82 miliar untuk membeli kembali sahamnya sendiri selama bertahun-tahun. Kini, dengan pendapatan yang tumbuh pada laju tercepat dalam hampir 15 tahun dan panduan belanja modal yang dinaikkan menjadi sekitar $20 miliar tahun ini didorong permintaan pelanggan yang kuat, perusahaan justru memanfaatkan pasar ekuitas untuk mendanai ekspansinya — sebuah tanda betapa padat modalnya perlombaan infrastruktur AI ini, bahkan bagi pemain chip lama seperti Intel.

Baca juga: Nvidia Gaet Pendanaan $500 Miliar dari Wall Street untuk Ekspansi AI

Bagian dari gelombang pendanaan yang jauh lebih besar

Penggalangan dana Intel ini hanyalah bagian kecil dari tren yang jauh lebih besar: Wall Street telah mengatur pendanaan senilai ratusan miliar dolar untuk pusat data dan kapasitas komputasi AI di seluruh sektor teknologi tahun ini, mulai dari produsen chip, penyedia cloud, hingga — yang makin sering terjadi — mantan penambang Bitcoin yang mengalihkan kontrak listrik mereka untuk hosting AI. Order book lebih dari $100 miliar untuk penawaran saham Intel ini menunjukkan investor masih bersedia mendanai ekspansi tersebut, meski pertanyaan soal seberapa cepat belanja ini akan berbuah hasil yang berkelanjutan masih terus bergulir.