Exchange kripto Luno memangkas sekitar 20% dari total tenaga kerja globalnya, bergabung dengan gelombang restrukturisasi yang meluas dan telah menghantam setidaknya 12 perusahaan kripto serta perusahaan terkait kripto sepanjang bulan Juli. Exchange yang dimiliki oleh Digital Currency Group ini, didirikan di Afrika Selatan, melayani sekitar 16 juta pengguna di kawasan Afrika dan Asia-Pasifik.

CEO James Lanigan menyebut pemangkasan ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi, bukan karena tekanan finansial, dengan mengatakan bahwa perusahaan telah “berinvestasi pada otomatisasi dan perbaikan operasional yang lebih luas sehingga mengubah kebutuhan sumber daya untuk menjalankan bisnis ini.” Restrukturisasi ini bertujuan mengalihkan sumber daya ke klien institusional, infrastruktur keuangan, dan layanan business-to-business, sembari memangkas biaya agar sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

gold round coin on black surface
Photo by Kanchanara on Unsplash
“Kami telah berinvestasi pada otomatisasi dan perbaikan operasional yang lebih luas sehingga mengubah kebutuhan sumber daya untuk menjalankan bisnis ini.”

Bukan Pemangkasan Pertama bagi Luno

Ini bukan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran pertama yang dilakukan exchange ini. Luno pernah memangkas 35% karyawannya, memengaruhi hampir 330 pegawai, pada Januari 2023 di tengah penurunan industri yang lebih luas. Pemangkasan terbaru ini secara persentase lebih kecil, namun terjadi dalam iklim yang sangat berbeda — di mana perusahaan-perusahaan kini lebih banyak menyebut efisiensi operasional dan otomatisasi, bukan keruntuhan pasar, sebagai pendorong utamanya.

Gelombang PHK yang Lebih Luas di Bulan Juli

Pengumuman Luno ini muncul bersamaan dengan pemangkasan di sejumlah perusahaan lain. Exodus memangkas 25% karyawannya, langkah yang diperkirakan akan menghasilkan penghematan tahunan sebesar $10 juta hingga $13 juta, sementara Gnosis mengurangi tenaga kerjanya menyusul tinjauan terhadap aplikasi konsumen Gnosis App miliknya. Kondisi pasar menjadi alasan yang paling umum disebutkan di seluruh gelombang pengumuman ini, menurut data dari CryptoJobsList.

CryptoJobsList mencatat 894 pekerjaan yang terdampak dan diungkap publik hanya dalam bulan Juli saja, menjadi bagian dari total 2026 yang lebih luas yakni lebih dari 7.254 pemangkasan kerja yang diungkap publik di 47 perusahaan sepanjang tahun berjalan. Sejumlah perusahaan dalam gelombang saat ini secara khusus menunjuk AI, otomatisasi, dan efisiensi operasional sebagai alasan — sebuah pergeseran narasi dibanding periode penurunan kripto sebelumnya, ketika PHK lebih umum dikaitkan langsung dengan jatuhnya harga token dan menyusutnya volume trading.

Terlepas dari apakah narasi tersebut benar-benar mencerminkan restrukturisasi industri yang lebih sehat seiring adopsi teknologi baru, atau sekadar cara yang lebih halus untuk menggambarkan pemangkasan biaya yang sudah familiar, dampak praktisnya bagi lebih dari 7.000 pekerja yang terdampak sepanjang tahun ini tetaplah sama.