Industri keuangan AS memangkas 14.000 pekerjaan pada Juli, menekan jumlah tenaga kerja di sektor ini turun menjadi 9,09 juta — level terendah sejak Juli 2022. Ini adalah penurunan bulanan kelima berturut-turut bagi sektor tersebut, tren yang kini telah menghapus sekitar 59.000 pekerjaan sejak terakhir kali lapangan kerja di sektor ini tumbuh.

Pelemahan di sektor keuangan ini merupakan bagian dari goncangan pasar tenaga kerja yang lebih luas. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa perekonomian AS secara keseluruhan tak terduga kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli, sebuah pembalikan tiba-tiba setelah beberapa bulan mencatat pertumbuhan moderat dan menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja belum sepenuhnya stabil.

US Financial Sector Sheds Jobs for a Fifth Straight Month
Image via @KobeissiLetter on X

Di mana kerugian ini terkonsentrasi

Data BLS menunjukkan tekanan ini tersebar di seluruh tenaga kerja yang terkait keuangan, bukan hanya terpusat di satu sudut saja: intermediasi kredit dan aktivitas terkait kehilangan 9.000 pekerjaan pada Juli, sementara perusahaan asuransi dan aktivitas terkait memangkas 7.000 pekerjaan lagi. Jika dilihat lebih luas, lapangan kerja di sektor aktivitas keuangan — kategori BLS yang lebih besar mencakup keuangan, asuransi, dan real estat — kini turun 121.000 pekerjaan dari puncaknya di Mei 2025.

Baca juga: Trump Pertimbangkan Indeksasi Capital Gains ke Inflasi Jelang Pemilu Paruh Waktu

Mengapa perekrutan sektor keuangan patut diperhatikan

Gaji di sektor keuangan cenderung bergerak lebih dulu dibanding sisa perekonomian, karena bank, lembaga pemberi pinjaman, dan perusahaan asuransi biasanya menjadi yang pertama menahan penambahan tenaga kerja begitu mereka melihat permintaan kredit melemah atau pendapatan trading menyusut. Penurunan lima bulan beruntun ini mengindikasikan perusahaan-perusahaan di sektor tersebut masih memposisikan diri untuk menghadapi kondisi yang lebih lambat, bukan sekadar menganggap satu bulan yang lemah sebagai kejadian sesaat.

Pembacaan itu langsung terhubung dengan perdebatan yang sama yang mendorong ekspektasi suku bunga: data perekrutan yang lebih lemah umumnya memperkuat alasan bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan, yang pada gilirannya membentuk latar belakang bagi setiap kelas aset — termasuk kripto — yang bergerak berdasarkan pembacaan pasar terhadap arah biaya pinjaman ke depan.