Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Amerika Serikat akan segera meluncurkan langkah ekonomi terhadap Iran yang belum pernah diterapkan sebelumnya, memperketat tekanan terhadap Teheran menjelang enam bulan konflik yang lebih luas antara kedua negara. Berbicara dalam wawancara di Newsmax, Bessent mengatakan agar publik “menyaksikan ruang ini untuk pengumuman lebih lanjut pekan depan, karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terlihat sepanjang sejarah isolasi ekonomi terhadap sebuah negara.”

Bessent menggambarkan paket yang akan datang ini sebagai bagian dari “pukulan ganda” yang memadukan langkah ekonomi baru dengan blokade laut yang berkelanjutan di Selat Hormuz, jalur sempit tempat sebagian besar perdagangan minyak dunia lewat laut melintas, yang bertujuan mencegah barang keluar-masuk pelabuhan Iran.

a group of people walking down a street next to tall buildings
Photo by David Jones on Unsplash

Eskalasi di Atas Blokade yang Sudah Berjalan

Pengumuman ini dibangun di atas langkah-langkah yang sudah berlaku, bukan menggantikannya. Pejabat AS menyatakan blokade Selat Hormuz dapat dipertahankan tanpa batas waktu, dan pernyataan Bessent menunjukkan pemerintahan kini bermaksud menambahkan kampanye isolasi finansial yang lebih agresif di atas jerat fisik tersebut, bukan hanya mengandalkan blokade saja sebagai tekanan yang memadai. Pejabat Departemen Keuangan secara terpisah menyebut rencana untuk “memburu dan membongkar” jaringan finansial Iran, menandakan langkah-langkah baru ini kemungkinan akan menyasar bank perantara, kapal tanker “shadow fleet”, dan jaringan perdagangan yang selama ini digunakan Iran untuk menyalurkan penjualan minyaknya guna menghindari sanksi yang ada.

Dorongan ini muncul di tengah perundingan antara kedua negara yang masih menemui jalan buntu, dengan pemerintahan AS membingkai paket isolasi ekonomi yang diperluas ini sebagai alat tekanan yang dimaksudkan untuk dipertahankan dalam jangka panjang, bukan taktik tekanan jangka pendek yang terikat tenggat negosiasi tertentu.

Baca juga: SEC Tunda Agenda Aturan Kripto Seiring RUU CLARITY Act Mandek

Kenapa Pasar Memperhatikan

Iran tetap menjadi produsen dan eksportir minyak global yang signifikan meski sudah bertahun-tahun terkena sanksi, dan setiap langkah yang secara material mengganggu jalur ekspor yang tersisa berpotensi memperketat pasokan minyak mentah global lebih jauh di tengah kawasan yang sudah menghadapi rentetan serangan ke infrastruktur pengilangan Arab Saudi. Pasar sudah mulai memperhitungkan risiko geopolitik yang meningkat dari konflik yang lebih luas ini; paket sanksi yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya, jika berhasil memutus sisa pendapatan minyak Iran, akan menambah lapisan ketidakpastian pasokan baru di atas gangguan fisik langsung yang sudah ditimbulkan konflik terhadap infrastruktur energi kawasan.