CEO Strategy Phong Le memakai sesi tanya-jawab investor perusahaan pada 17 Agustus untuk langsung menanggapi proposal MSCI yang ingin mengeluarkan perusahaan treasury Bitcoin dari indeks sahamnya. Ia menyebut rencana itu “keliru”, dengan argumen bahwa Bitcoin berfungsi sebagai aset operasional bagi perusahaan, bukan sekadar kepemilikan pasif yang seharusnya membuatnya tak layak masuk indeks.

Le menyampaikan pandangannya itu didampingi Executive Chairman Michael Saylor dalam sesi yang disiarkan langsung tersebut, di mana keduanya berusaha meyakinkan pemegang saham bahwa bahkan skenario terburuk berupa eksklusi pun tak akan banyak mengganggu fundamental perusahaan.

A computer screen displaying a white line graph of financial market data
Photo by Chris Liverani on Unsplash

Apa Sebenarnya yang Diusulkan MSCI

Konsultasi MSCI yang dibuka awal Agustus ini akan menerapkan penyaringan dua tahap terhadap perusahaan-perusahaan di Global Investable Market Indexes miliknya: pertama memeriksa apakah aset operasional melebihi 50% dari total aset, lalu menerapkan lima rasio keuangan yang mencakup intensitas aset operasional, intensitas beban, arus kas, intensitas nilai wajar, dan ketergantungan modal. Perusahaan yang gagal memenuhi setidaknya empat dari rasio tersebut dalam dua kali review tahunan berturut-turut akan dianggap tidak memenuhi syarat. Simulasi MSCI sendiri mengidentifikasi Strategy, Yellow Cake yang tercatat di London, dan Metaplanet yang tercatat di Tokyo sebagai perusahaan yang saat ini akan gagal dalam penyaringan yang diusulkan tersebut, dengan Strategy menjadi satu-satunya nama berkapitalisasi besar dalam daftar itu.

Baca juga: Solana Dekati 'Mini Golden Cross' Pertama Sejak 2025 saat SOL Bertahan di $75

Argumen Le agar Tetap Bertahan di Indeks

Le mengatakan kepada para investor bahwa indeks-indeks MSCI mewakili sekitar 3% hingga 4% dari total saham beredar Strategy saat ini, sehingga eksklusi penuh sekalipun hanya akan menciptakan tekanan jual yang bertahap, bukan guncangan mendadak. Masukan publik atas proposal MSCI ini ditutup 30 September, dengan hasil diperkirakan keluar pada 16 Oktober dan perubahan yang diadopsi baru berlaku pada review indeks November 2026 — menyisakan waktu sekitar tiga bulan bagi Strategy untuk menyampaikan pembelaannya sebelum keputusan final diambil.

Seorang Pemegang Saham Menyoal Kerugian

Tidak semua pertanyaan dalam sesi itu seputar mekanisme indeks. Seorang pemegang saham mengatakan kepada Le bahwa ia telah menginvestasikan $73.000 di MSTR untuk masing-masing dari ketiga anaknya, dan tiap posisi itu kini hanya bernilai sekitar $20.000 — penurunan lebih dari 70%. Pertukaran ini menegaskan volatilitas yang dibawa saham Strategy seiring gejolak harga Bitcoin itu sendiri, meski perusahaan tetap membingkai strategi treasury Bitcoin habis-habisannya sebagai taruhan jangka panjang, bukan sekadar transaksi jangka pendek.