Tether telah merampungkan audit laporan keuangan independen penuh pertamanya, dengan KPMG AS memberikan opini wajar tanpa pengecualian — yang umum disebut opini “bersih” — atas laporan keuangan penerbit USDT tersebut untuk tahun 2025. Ini berdasarkan pengumuman resmi Tether. Opini wajar tanpa pengecualian berarti KPMG tidak menemukan masalah material yang memerlukan pengecualian atau kualifikasi dalam laporan yang mereka tinjau.
Audit ini jauh lebih luas dibanding atestasi cadangan kuartalan yang selama ini dipublikasikan Tether, mencakup neraca penuh perusahaan, laporan laba rugi, perubahan ekuitas, dan arus kas untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, beserta transaksi pendukung, sistem, catatan kepemilikan, valuasi, dan mitra usaha — cakupan tinjauan yang jauh lebih luas dibanding sekadar potret cadangan di satu titik waktu.
Temuan Audit
Tether melaporkan surplus cadangan sebesar $6,814 miliar di atas liabilitasnya per akhir 2025, angka surplus yang memberi bantalan tambahan di atas backing 1:1 yang dijanjikan kepada pemegang USDT. Sebagai bagian dari tinjauan ini, KPMG secara fisik menghitung dan memeriksa setiap batangan emas yang menjadi cadangan Tether, memverifikasi baik keberadaan maupun rincian identitasnya — tingkat verifikasi fisik yang melampaui atestasi berbasis laporan rekening yang lebih umum digunakan untuk pelaporan cadangan di sektor stablecoin.
Audit ini dilakukan berdasarkan standar yang ditetapkan American Institute of Certified Public Accountants, dan Tether menyebutnya sebagai audit laporan keuangan perdana terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarah perusahaan.
Baca juga: Stablecoin Native MegaETH Susut 95% dari Puncak Suplainya
Kenapa Audit Penuh Lebih Berarti dari Sekadar Atestasi
Penerbit stablecoin telah bertahun-tahun menghadapi sorotan seputar perbedaan antara atestasi cadangan — konfirmasi yang lebih sempit di satu titik waktu bahwa aset sesuai dengan angka yang dinyatakan — dengan audit penuh, yang menelaah keseluruhan laporan keuangan dan kontrol internal perusahaan selama satu periode pelaporan penuh. Selama ini Tether mengandalkan atestasi kuartalan dari firma akuntansi yang lebih kecil, praktik yang menurut para kritikus tidak memenuhi tingkat keyakinan yang seharusnya diharapkan dari penerbit yang tokennya menopang sebagian besar likuiditas pasar kripto. Menggandeng KPMG, salah satu firma Big Four, untuk audit skala penuh menandakan standar verifikasi independen yang jauh lebih tinggi dibanding yang pernah dijalani Tether sebelumnya, muncul di saat regulator di berbagai yurisdiksi mendorong penerbit stablecoin ke arah persyaratan transparansi cadangan yang lebih ketat.