Seorang pemain poker profesional yang mengaku pernah melipatgandakan modalnya di Stratis lebih dari 1.000 kali kini menggugat Jump Trading di Chicago. Ia menuntut ganti rugi sedikitnya $500 juta atas kerugian yang terkait dengan runtuhnya stablecoin UST milik Terra dan token kembarannya, LUNA, pada 2022.

Penggugatnya adalah Hu Zhewen, pemain Texas Hold'em asal China yang sudah lama berinvestasi di kripto. Media keuangan China Caixin, yang pertama kali memberitakan kasus ini pada 24 September, menggambarkan perjalanan Hu sebagai tiga taruhan besar di tiga siklus market: boom ICO, stablecoin algoritmik, dan yang terbaru, token AI. Taruhan pertama berbuah manis luar biasa. Dua sisanya tidak.

Selain Jump, salah satu firma trading kuantitatif paling terkenal di dunia, gugatan ini juga menyeret sejumlah entitas kripto terafiliasi beserta para eksekutifnya. Hu turut mengajukan tuntutan terpisah, termasuk penipuan sekuritas, terhadap Zhang Yongfeng, profesor ilmu komputer yang proyek token AI-nya ia danai pada 2025.

Masuk $80 Juta, $800 Juta di Atas Kertas, Nyaris Tak Tersisa

Menurut laporan Caixin, Hu menanamkan sekitar $80 juta ke UST dan LUNA antara Mei 2021 hingga Mei 2022. Di puncaknya, nilai pasar kepemilikan itu melampaui $800 juta. Lalu peg-nya jebol. UST kehilangan patokan dolarnya pada Mei 2022, dan LUNA anjlok hampir ke nol hanya dalam hitungan hari. Sekitar $40 miliar nilai di seluruh ekosistem lenyap, dan posisi Hu ikut tersapu bersamanya.

Lantas, kenapa yang digugat Jump dan bukan Terraform Labs? Peran firma trading ini dalam menopang Terra sudah bertahun-tahun jadi sorotan hukum. Kasus SEC membuktikan bahwa ketika UST tergelincir ke kisaran $0,90 pada Mei 2021, sebuah entitas Jump memborong stablecoin itu dalam jumlah besar untuk memulihkan peg-nya. Di saat yang sama, Terraform secara terbuka mengklaim algoritmanya sendirilah yang berhasil. Anak usaha Jump, Tai Mo Shan, berdamai dengan SEC pada Desember 2024 dan membayar sekitar $123 juta tanpa mengakui maupun membantah temuan tersebut.

Episode itu jatuh tepat di dalam periode pembelian Hu. Investor yang terus menambah UST dan LUNA setelah Mei 2021 melakukannya karena stablecoin tersebut tampak lolos uji tekanan dengan kekuatannya sendiri, dan kesan itulah yang belakangan dinyatakan regulator sebagai keliru. Dokumen pengadilannya sendiri belum muncul dalam pemberitaan berbahasa Inggris, sehingga dasar hukum persis yang diajukan pengacara Hu belum jelas. Namun, waktunya cocok dengan perilaku yang sudah dijabarkan dalam penyelesaian dengan SEC.

Baca juga: SBF Ajukan Petisi ke Mahkamah Agung, Minta Vonis dan Ganti Rugi $11 Miliar Dibatalkan

Bukan Satu-satunya Gugatan terhadap Jump

Hu tidak sendirian. Pada Desember 2025, Todd Snyder selaku administrator Terraform Labs Wind Down Trust menggugat Jump, mantan presiden Jump Crypto Kanav Kariya, dan co-founder William DiSomma dengan nilai sekitar $4 miliar. Gugatan itu menuding Jump mengamankan hak membeli hingga 65 juta LUNA di harga $0,40 per token, jauh di bawah harga pasar, sehingga punya alasan finansial untuk merahasiakan perannya sebagai penstabil. Jump juga disebut membeli LUNA dari Luna Foundation Guard dengan diskon sekitar 40%.

Pendiri Terra, Do Kwon, sudah divonis 15 tahun penjara pada Desember 2025 setelah mengaku bersalah atas penipuan. Dengan sang pendiri dihukum dan perusahaannya dalam proses likuidasi, pihak lawan transaksi seperti Jump kini menjadi sasaran utama yang tersisa bagi siapa pun yang ingin memulihkan kerugian. Dua perkara paralel, satu dari estate dan satu dari investor besar perorangan, kemungkinan besar akan menekan rangkaian fakta yang sama.

Taruhan Ketiga

Tuntutan terhadap Zhang Yongfeng menyangkut kerugian lain yang lebih baru. Zhang masuk jurusan ilmu komputer Universitas Tsinghua pada 2007 dan kini menjabat associate professor tetap di bidang ilmu komputer di Rutgers University. Menurut Caixin, Hu menyuntikkan beberapa juta dolar pada Januari 2025 ke token yang diterbitkan organisasi bentukan Zhang. Sejak itu, harga token tersebut sudah ambles lebih dari 99,6% dari puncaknya di 2025.

Token bertema AI termasuk trade paling menonjol di awal 2025, dan banyak di antaranya kini sudah mengembalikan hampir semua kenaikannya. Hanya sedikit keruntuhan itu yang berujung di pengadilan, dan lebih sedikit lagi yang menyeret pendiri berlatar akademisi sebagai tergugat. Hasil tuntutan penipuan sekuritas terhadap seorang profesor secara pribadi akan banyak menunjukkan bagaimana pengadilan AS memperlakukan penerbit token yang tidak menjalankan perusahaan konvensional.

Lanskap Penegakan Hukum yang Bergeser

Litigasi perdata kini memikul beban lebih besar seiring mundurnya regulator federal. SEC sedang menyusut, dengan Komisioner Hester Peirce yang akan pergi pada 2 Oktober dan komisi hanya tersisa dua anggota. Kasus pidana memang masih terus bermunculan, seperti terlihat dari dakwaan pencucian uang pig-butchering senilai $53 juta baru-baru ini. Tapi pemulihan kerugian investor lewat jalur perdata makin bergantung pada para penggugat dan estate kebangkrutan.

Di kalangan poker, Hu dikenal sebagai pemain turnamen yang serius. Ia mencatatkan 58 kali cash dan lima final table di World Series of Poker, dengan total kemenangan turnamen sekitar $1,67 juta. Hasil terbaiknya hampir $760.000 sebagai runner-up di event dengan buy-in $10.000. Angka-angka itu tampak kecil dibanding naik-turun portofolio kriptonya. Tuntutan senilai $500 juta akan menjadikan perkara ini salah satu gugatan investor perorangan terbesar yang lahir dari kejatuhan Terra.

FAQ

Siapa yang menggugat Jump Trading senilai $500 juta?
Pemain poker sekaligus investor kripto asal China, Hu Zhewen, mengajukan gugatan di Chicago terhadap Jump Trading beserta entitas dan eksekutif terafiliasinya, dengan tuntutan sedikitnya $500 juta.

Berapa kerugian Hu Zhewen di Terra LUNA?
Ia menanamkan sekitar $80 juta ke UST dan LUNA antara Mei 2021 dan Mei 2022. Nilai kepemilikan itu sempat melampaui $800 juta di puncaknya sebelum LUNA anjlok hampir ke nol.

Mengapa profesor Rutgers Zhang Yongfeng ikut disebut dalam kasus ini?
Hu menginvestasikan beberapa juta dolar pada Januari 2025 ke token yang diterbitkan organisasi bentukan Zhang, yang kemudian anjlok lebih dari 99,6%, dan mengajukan tuntutan termasuk penipuan sekuritas terhadapnya.