STARPRIME, unit likuiditas institusional dan layanan prime milik STARTRADER Group, telah merampungkan fase uji coba beta yang ekstensif untuk model market maker baru yang dirancang khusus bagi broker CFD ritel, menurut pengumuman perusahaan dari basisnya di Port Louis, Mauritius. Uji coba beta ini dijalankan bersama sekelompok klien broker terpilih, bukan peluncuran publik penuh, dan dirancang untuk menguji apakah satu hubungan market-making saja bisa menggantikan susunan berlapis penyedia likuiditas yang selama ini diandalkan banyak broker ritel.

Model ini menyasar dua masalah spesifik yang dihadapi broker: mengeksternalisasi order flow non-risiko lewat satu counterparty saja alih-alih banyak hubungan LP, yang menekan biaya operasional dan modal, serta memperluas pendapatan non-risiko — area di mana peserta beta melaporkan margin yang mendekati atau bahkan melampaui apa yang mereka peroleh dari flow berbasis risiko.

a close up of a computer screen with a dark background
Photo by lonely blue on Unsplash

Yang Dilaporkan Peserta Beta

Menurut STARPRIME, broker yang mengikuti program ini merasakan pembaruan harga yang lebih cepat dan spread yang lebih ketat saat kondisi pasar bergejolak, eksekusi order berukuran besar yang lebih efisien, serta dampak pasar yang lebih kecil dibandingkan menyalurkan order lewat rantai penyedia likuiditas tradisional. CEO Jay Mawji menyebut konsistensi harga sebagai tujuan utamanya:

“Dengan menerapkan solusi market maker kami dan menjaga konsistensi harga di seluruh flow yang kami terima, kami bisa menawarkan klien eksekusi dengan biaya yang jauh lebih mendekati model ritel mereka dibandingkan hubungan LP tradisional.”

Broker yang tertarik dengan struktur harga ini bisa meninjau langsung spread yang dipublikasikan STARPRIME di situsnya. Perusahaan memaparkan detail hasil beta ini lewat rilis resmi yang didistribusikan via GlobeNewswire.

Baca juga: Bank of America Beralih Defensif Saat Kas Manajer Fund Tinggal 3,5%

Bagian dari Ekspansi Institusional yang Lebih Luas

Peluncuran ini melanjutkan ekspansi yang dimulai ketika Jay Mawji, yang menghabiskan 15 tahun di INFINOX termasuk sebagai managing director unit institusional London-nya yang diregulasi FCA, mengambil kursi CEO di STARprime untuk memimpin dorongan STARTRADER ke layanan likuiditas institusional. STARprime kini beroperasi dari Dubai dengan kantor regional di berbagai belahan dunia, bekerja di bawah lisensi regulasi yang mencakup SCA Uni Emirat Arab, ASIC Australia, FCA Inggris, FSCA Afrika Selatan, FSA Seychelles, dan FSC Mauritius.

Kenapa Ini Penting bagi Broker Ritel

Eksternalisasi flow non-risiko sudah menjadi fokus yang kian besar di industri CFD dan forex ritel, seiring margin dari pengambilan risiko murni yang kian tertekan dan broker mencari cara mendiversifikasi pendapatan tanpa menambah eksposur pasar. Model market maker yang terbukti mampu mempersempit spread dan memangkas biaya eksekusi memberi broker berukuran lebih kecil cara untuk bersaing dengan firma yang sudah memiliki akses likuiditas tier-satu langsung, tanpa perlu membangun atau mendanai infrastruktur itu sendiri.