Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai koordinat geografis untuk rute pelayaran aman yang diusulkan melintasi Selat Hormuz, langkah yang berpotensi mengarah pada pembukaan kembali koridor energi vital tersebut — namun Iran menegaskan selat itu sendiri untuk saat ini akan tetap ditutup, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Bull Theory.

Berdasarkan kerangka yang tengah dibentuk, seperti dijelaskan dalam laporan asli Bloomberg, lalu lintas kapal yang masuk akan melewati jalur utara di dalam perairan teritorial Iran, sementara lalu lintas keluar akan menggunakan jalur selatan melalui perairan Oman yang dikoordinasikan dengan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan negosiasi yang berlangsung lebih dari tiga minggu itu telah menghasilkan kesepakatan luas mengenai rute-rute tersebut, dengan pernyataan bersama antara Teheran dan Muscat kini memasuki tahap penyusunan akhir.

A large cargo ship in the middle of a body of water
Photo by Bent Van Aeken on Unsplash

Rute Disepakati, Pembukaan Kembali Masih Bergantung pada Washington

Para pejabat Iran secara eksplisit menyatakan bahwa penyelesaian soal jalur pelayaran dengan Oman tidak dengan sendirinya membuka kembali selat tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut kesepakatan dengan Oman ini “sangat dekat”, namun mengatakan pembukaan penuh masih bergantung pada AS untuk memenuhi komitmennya sendiri — sebuah catatan penting yang menjadikan kebuntuan diplomatik yang lebih luas antara Teheran dan Washington sebagai faktor penentu sesungguhnya bagi pasar pelayaran dan energi global, bukan kesepakatan teknis rute dengan Oman.

Mengapa Pasar Terus Mengawasi Hormuz

Baca juga: Trump Klaim AS Akan Kuasai Selat Hormuz Usai Perang Iran

Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik kemacetan paling krusial di dunia untuk pengiriman minyak dan gas, dan bahkan kemajuan kecil menuju normalisasi lalu lintas di selat ini cenderung menggerakkan pasar energi hanya lewat headline saja. Kesepakatan rute dengan Oman memberi para pengangkut dan perusahaan asuransi gambaran teknis yang lebih jelas mengenai bagaimana selat yang dibuka kembali akan beroperasi, meskipun kondisi politik untuk benar-benar menggunakan rute tersebut belum terpenuhi.

Perkembangan ini menyusul pernyataan sebelumnya dari Presiden Trump bahwa AS akan memperlakukan selat tersebut sebagai wilayah sengketa pasca perang Iran, klaim yang telah membentuk sebagian besar diplomasi selanjutnya seputar siapa yang pada akhirnya mengendalikan akses ke jalur perairan tersebut. Kesepakatan teknis Iran dan Oman soal rute ini tidak menyelesaikan perselisihan yang lebih luas tersebut, tetapi menunjukkan kedua pihak tengah menyiapkan logistik untuk skenario ketika resolusi politik pada akhirnya tercapai.