Upaya Alex Mashinsky membatalkan vonis 12 tahun penjaranya kandas di tangan jaksa yang sama yang dulu menjeratnya. Dalam berkas yang diajukan Jumat lalu di Pengadilan Distrik Selatan New York, Jaksa AS James McDonald dan Asisten Jaksa AS Allison Nichols berargumen bahwa mosi eks CEO Celsius itu untuk membatalkan vonisnya tidak didukung bukti apa pun: "Mashinsky bahkan tidak mengajukan deklarasi bersumpah untuk mendukung tuduhan tak berdasar ini, dan petisinya semestinya ditolak tanpa perlu sidang."
Mashinsky, yang mewakili dirinya sendiri secara pro se, mengajukan mosi ini pada Mei 2026, hampir setahun setelah Hakim John Koeltl menjatuhkan vonis 144 bulan penjara atasnya atas penipuan komoditas dan penipuan sekuritas terkait pengelolaannya di platform crypto lending Celsius. Pengadilan juga memerintahkan penyitaan aset sebesar $48 juta saat vonis dijatuhkan, di luar penyelesaian terpisah senilai $10 juta yang dibayarkan Mashinsky kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC).
Apa sebenarnya isi mosi ini
Alih-alih menyajikan bukti baru, jaksa menyebut petisi Mashinsky sebagian besar mengulang argumen yang sudah diajukan dan ditolak saat persidangan. "Ia menyampaikan serangkaian keluhan, menyalahkan pihak lain atas masalah di Celsius dan mengulang kembali bukti yang sudah dipaparkan pada sidang vonisnya," demikian bunyi berkas tersebut. Catatan pengadilan yang ditinjau lewat dokumen perkara di CourtListener menunjukkan proses penuntutan ini sudah berjalan sejak Mashinsky dan mantan chief revenue officer-nya, Roni Cohen-Pavon, didakwa pada Juli 2023 atas penipuan dan manipulasi pasar terkait kolapsnya Celsius.
Petisi Mashinsky banyak bersandar pada klaim yang melibatkan Cohen-Pavon dan sejumlah figur yang terkait dengan bursa FTX yang sudah kolaps, dengan tuduhan bahwa Sam Bankman-Fried berniat "menghancurkan Celsius" dan menunjuk pada percakapan teks yang menurutnya membuktikan Cohen-Pavon berupaya melakukan "pengambilalihan paksa" atas platform tersebut. Argumen ini jadi rumit mengingat Cohen-Pavon adalah saksi kooperatif dari pihak pemerintah sendiri: ia menerima vonis time-served pada 2025 sebagai imbalan atas apa yang disebut jaksa sebagai "bantuan substansial" dalam menjerat Mashinsky.
Sanksi yang terus bertambah di luar vonis penjara
Baca juga: Chainalysis Gugat Pemerintah AS soal Kontrak ICE $94,6 Juta ke TRM Labs
Vonis penjara dan perintah penyitaan aset bukan satu-satunya konsekuensi yang dihadapi Mashinsky. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) melarangnya secara permanen dari perdagangan komoditas pada Juni 2026, dan negosiasi penyelesaian dengan Securities and Exchange Commission (SEC) masih berlangsung hingga akhir Juli. Masing-masing tindakan ini berdiri sendiri terlepas dari kasus pidananya, artinya bahkan jika mosi pembatalan vonisnya berhasil pun, sebagian besar eksposur regulasi yang dihadapi Mashinsky tetap tidak tersentuh.
Pola yang sudah familiar dalam litigasi pasca-kolaps
Mosi pembatalan vonis yang diajukan tanpa pengacara baru dan tanpa deklarasi bersumpah jarang lolos ambang batas yang ditetapkan pengadilan federal untuk membuka kembali sebuah vonis, dan sikap jaksa di sini — meminta pengadilan menolak petisi tanpa perlu menggelar sidang sama sekali — mencerminkan betapa tipisnya mereka menilai berkas Mashinsky ini. Tanpa putusan dari Hakim Koeltl, kasus ini tetap jadi salah satu benang terakhir yang masih terbuka dari kolapsnya Celsius pada 2022, kebangkrutan yang melenyapkan miliaran dolar dana nasabah dan menjadi salah satu penuntutan paling menentukan dalam siklus crypto lending terakhir.